Jumat, 11 Desember 2015

Hari Istimewa Kedua

Hari kedua dimulai dengan chat di media sosial. 10 Desember 2015.

Koko kulkas, adem ayem dan cuek kaya bebek. Hepi bdey ya, tambah tuwir...”

“amin. Thanks”

“Makan-makan”

“ayo”

“kapan ki? Sopo ae?"

“terserah bu pramugari. Berdua kan”

Jedieng!!! Langsung bingung. Pikiran macem-macem. Takut garing lah. Takut kaku lah. Meneng-menengan. Namun semua pikiran itu lenyap berubah jadi pikiran cerdik. Menghasut seorang teman, supaya ikut bareng. BERHASIL! Akhirnya kami pun diijinkan untuk menikmati waktu bertiga. I hope. Tinggal menunggu waktu yang pas buat jalan menikmati makan-makan gratis. Hahahaha


Semoga di tahun yang istimewa ini, dirimu segera menemukan sosok istimewa yang boleh melumerkan hatimu kelak. Sehat selalu. Dan tetap jadi sahabat yang baik dan hangat bagi kami. 

Cuplikan istimewa :
Sebenarnya cinta itu sederhana seperti yang kita tahu dan rasakan ketika kita masih kecil. Cinta itu tidak rumit. Yang perlu dilakukan adalah lebih peka, membuka diri, dan rasakan. Janganlah membuat ekspetasi atau prasyarat yang macam-macam. Ketika sudah merasakannya, belajarlah untuk mampu menyesuaikan dan berbagi. Karena cinta sejatinya mampu bertahan karena kita mampu menyesuaikan dan berbagi demi mampu bersama hingga waktu yang tak pernah kita tahu kapan berahirnya dan tanpa kita sadari.
#noteformyselftoo. Heheheee

Hari Istimewa Pertama

09 Desember 2015. Hari pertama merupakan hari jadi ke 29 mbakyu. Dari mulai kebingungan membuat surprise bareng sama mb fuji, hingga menerima ajakan si mbakyu untuk misa harian bareng. Sekedar mengucap syukur secara bersama-sama dan diijinkan mendaraskan doa di hari yang istimewa. 

Kemudian kami pun beranjak dari gereja menuju sanggar, dalam perjalanan seorang diri pun harus memutar otak dan bertanya dalam hati. “enaknya diapain yah surprisenya”. Mau cari kembang api pun bukan musimnya. Setelah ngobrol sana sini akhirnya di putuskan memberi surprise secara sederhana. Beli terang bulan dan ditancapin lilin serta meminjam obor mini yang terbuat dari botol kaca milik sanggar. 

Jarum jam hampir mendekati jam 10 malam, saya panggil satu per satu para remaja untuk membantu menyiapkan surprise. Padahal mereka saat itu tengah mengikuti rapat untuk persiapan sanggar ^^ maap yo mb fuji. Emang dasarnya anak-anak, nyiapin aja heboh setengah mati. Berisik. Takut ketahuan. Sat sut sat sut. Dan akhirnya, John sebagai petugas PLN dadakan mulai usil memadamkan lampu seolah-olah ada lampu mati. Sambil menyanyikan lagu happy bdey, Firda dan Yani membawakan terang bulan yang sebelumnya sudah ditancepin lilin. Ian dan Mila membawa obor yang sudah dinyalakan juga. Firda pun mengarah ke Ce luciele yang tanggal sebelumnya juga merayakan ulang tahun sedangkan Yani mengarah ke mbakyu Rows. Sialnya, mendekati target, lilin ulang tahunnya belum ditiup namun sdah mati, jadi kami pun bingung menyalakan lilin dengan menggunakan obor. 

Koplak. Lucu. Ngakak. Tapi keduanya mendaraskan permohonan sebelum meniup lilin dan obor. Dengan cekatan saya mulai merekam adegan tersebut menggunakan si Rex, nama yang boleh ku sematkan pada kamera SLR yang kokoh dan cukup berat. Setelah “seremoni” ultah selesai, lampu pun kembali dinyalakan, dan rapat pun dilanjutkan kembali. Klik..klik.. ASTAGAH!! Ternyata Rex tidak ada memory card nya. Percuma saya merekam, alhasil di tengah rapat malah cekikikan lagi. Terima kasih Romo dan rekan-rekan karena sudah diijinkan merayakan hari jadi kedua sahabat secara sederhana namun istimewa.


-So do not change yourself to be loved, because someone is out there who will love you or who you are-