Bermula dari ajakan seorang teman kantor untuk melakukan perjalanan dengan tujuan puncak Mahameru sangatlah menggiurkan. Dua kali perjalanan hanya sampai di danau Cantik Ranu Kumbolo rasanya tak mampu menutup rasa ingin tahuku untuk menapak di puncak Mahameru. Ku iya kan ajakan tersebut dan setelah debat yang cukup panjang dengan bu Endang Bambang Sukamti, akhirnya kami melakukan perjalanan dengan menggunakan motor. Dua orang dari tim berasal dari Malang, sehingga ada tempat bagi kami untuk singgah dan beristirahat sejenak. Total orang dalam tim yang ikut dalam perjalanan touring kali ini berjumlah 10 orang dan 6 motor.
-perjalanan penuh perjuangan, liat poto pun juga harus berjuang
-
-Duo Tim-
Perjalanan kali ini tak kalah hebohnya dengan perjalanan pertama dan kedua. Namun yang paling spesial kali ini terletak pada kenekatan saya bersama dengan mz Ali dan Mb Ennys yang melanjutkan perjalanan ke Kalimati di hari pertama. Pukul 20.00 wib, di saat kawan-kawan yang lain asyik meregangkan otot tubuh setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, saya, mz Ali dan Mb Ennys si mungil malah melanjutkan perjalanan ke Kalimati dengan ditemani oleh seorang porter dan beberapa lolongan Anjing
. Padahal semua beban tas sudah dibantu bawa oleh porter tersebut, namun tetap saja saya tidak bisa mengimbangi jalan mereka.
Dengan langkah yang gk jelas, lambat laun perjalanan kami menuju kalimati semakin lambat dikarenakan permintaanku untuk sering berhenti sejenak dan beristirahat (*maap ya mbaknyak). Yang seharusnya perjalanan bisa ditempuh dalam waktu hanya 3 jam, malah menjadi 4 jam perjalanan. Sesampainya di Kalimati pun, tenda mz Bram dan teman mz Ali pun tidak kami temukan, alhasil malam itu kami memutuskan untuk berhenti dan bermalam di Kalimati. Beralaskan tanah, beratapkan bintang serta bermandikan embun pagi, itulah yang kami rasakan hari itu. dan satu hal lagi yang gak akan bisa kami lupa, meskipun saat itu kami tidur dekat perapian para porter, tetaap saja saya menggigil kedinginan.. Lemak oh Lemak, kenapa di saat penting aku membutuhkanmu, malah tidak bermanfaat
Dingin pun mulai beranjak dari hangat menjadi panas karena teriknya matahari, dan saat itulah mengharuskan kami untuk kembali ke tim yang bermalam di Ranukumbolo, la thalah, ternyata mereka pun melanjutkan perjalanan untuk sekedar foto-foto hingga sampai di pos Jambangan.
Hai Puncak Mahameru, suatu saat ijinkanku untuk menyapamu. Mungkin saat itu, aku boleh diijinkan menyapamu, berjalan bersama dengan pendampingku kelak 
Oiya, satu hal lagi, sekarang ada tambahan fasilitas sarana loh di Ranukumbolo dan Kalimati, sarana yang sangat dibutuhkan banyak orang, yi TOILET!! hehehehe



ecieeee berjalan bersama pendamping...
BalasHapusloh, kan impian itu. Hahahahhaaa
BalasHapus