Clungap clungup ra di gatek, begitulah cetus seorang kawan ketika memotivasiku untuk menuliskan perjalanan selama liburan Nyepi tahun ini. Ya, memang begitulah keadaannya. Pantai yang masih alami, cantik, jernih, dan belum terjamah oleh banyak manusia, itulah yang membuatku tertarik untuk mengikuti ajakan touring kesana oleh seorang teman sebut saja ucil *bukan nama sebenarnya
. Sempat berpikir sejenak mengenai penyakit yang menempel sejak dari dulu dan takutnya menghambat perjalanan nantinya, pelor alias nempel molor. Dimanapun dan kapanpun mata ini ingin terpejam maka sudah tidak bisa lagi diajak kompromi walaupun sedang berkendara. Dan karena saya tidak seberapa kenal dengan rombongan Ucil yang akan kesana, maka ku ajak beberapa teman satu almamater saat SMA untuk mengikuti perjalanan yang sama. Penuh perjuangan memang, karena jarang sekali cewek mau diajak untuk touring menaiki sepeda motor, hingga mendekati hari H pun yang bisa dan pasti berangkat hanya aku dan salah seorang teman pria, sebut saja Nobel. Kalau memang pada gak mau dan gak bisa ya mau gak mau, terpaksa ataupun tidak, kami akan tetap berangkat berdua naik motor dan gabung dengan rombongan yang lain.
Tak disangka tak dinyana Tuhan masih berpihak kepadaku, akhirnya kami pun berangkat berlima..
ndak lucu aja kalau kami paksakan tetap memulai perjalanan hanya aku dan Nobel, kalau nyasar ataupun terjadi sesuatu bukannya malah masuk album foto melainkan album kenangan.. hehehehehe. Mulai dari rayuan pulau kelapa hingga jalan yang terseok-seok pun di jabanin demi kelancaran kegiatan berlibur kali ini. Menyewa mobil di tempat persewaan yang rata-rata sudah full book untuk long weekend kali ini, begitu dapat mobil ternyata kami harus mengambil mobil tersebut ditempat yang cukup jauh dari tempat Nobel tinggal, tidak hanya berhenti di situ saja, mobil yang kami sewa ternyata tidak secantik keliatannya, beberapa ada yang rusak namun yang paling parah adalah AC yang tidak menyala
. Namun tidak mengurungkan niat kami untuk tetap melanjutkan perjalanan .
. Namun tidak mengurungkan niat kami untuk tetap melanjutkan perjalanan .
Taraaaaaa.........
Perjalanan pun kami mulai pada hari Minggu, 30 April 2014 pukul 05.00. Berangkat dari Sidoarjo menuju ke Malang Selatan memakan waktu kurang lebih 4,5 jam. Mulai dari nyasar, nyalain GPS, menggunakan CPS, hingga menggunakan iler *baca : tidur* untuk sampai ke pantai Goa Cina. Untung punya teman yang bisa merangkap sebagai supir yang handal, karena sukses kurang lebih 3/4 perjalanan kuhabiskan dengan tidur...
hahahahhaa.Tau-tau udah nyampe aja di pantai Goa Cina. Dan kalau diajak kesana lagi sudah pasti saya tidak bisa mengingat jalan dengan baik. Tidak Disangka pula ternyata rombongan Ucil menunda keberangakatan dikarenakan satu dan lain hal.
BUSET! hanya kata itu yang bisa ku gambarkan ketika kami sampai di pantai tersebut, lautan manusia dari berbagai golongan, ras, agama, keyakinan, ukuran sepatu, ukuran pakaian dalam, de el el, ada semua ditempat itu. Ruameeee banget.. mulai dari orang yang bikin tenda, poto-poto sambil monyongin bibir, berenang, anak kecil berlarian, atau hanya sekedar minum kelapa muda
. Tidak banyak yang kami lakukan disana, hanya berjalan-jalan sejenak di tepian pantai, mampir ke goa cina yang konon katanya ada pertapa yang bermeditasi dan meninggal disitu, hingga berfoto bersama. Tak lama kemudian, kami mencoba untuk nekat menyusuri pantai demi tujuan kami yang paling utama yaitu pantai clungup. Jarak tempuh setengah jam perjalanan kaki, dengan beban berat yang kubawa *baca : bodi, kupaksakan untuk tetap melanjutkan perjalanan, ya demi sebuah kebersamaan dan daripada nyasar kalau balik sendirian.. wkwkwkwkwk. Melewati sawah, jalan di antara bukit, dibawah teriknya matahari, jalan dengan menggunakan pantat alias mbrosotan dan keringat yang sudah menimbulkan bau semerbak, akhirnya kami pun tiba di pantai Clungup. Manteb lah boleh ku bilang. Meskipun pada dasarnya aku tidak bisa membandingkan kecantikan pantai clungup dengan pulau Sempu, namun bagiku pantai itu sudah cukup cantik. Kejernihan air, angin yang semilir, gugusan pulau-pulau kecil yang ada, serta ketenangan yang tercipta inilah yang membuatku setuju dengan perkataan kawan tentang "ra di gatek" (*baca : tidak diperhatikan). Beda aku beda pula teman seperjalananku, duduk sejenak mengatur nafas agar tetap kembali normal, itulah yang kulakukan. Menikmati pemandangan yang telah disajikan didepan mata, menonton kawan-kawan yang sudah mulai bermain dengan air dan menyelam di permukaan, mencari bebatuan kecil yang unik dan berwarna, serta bermain pasir. Dan lagi-lagi kebersamaan itulah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Sedih rasanya ketika tidak bisa ikutan bermain air dan menyelam bersama, namun apa mau dikata, alergiku akan bertambah gatal dan berwarna merah ketika berada di bawah terik matahari terlebih air laut yang asin. Lagi-lagi kuputuskan untuk beristirahat sembari menikmati angin dan obrolan dari kawan-kawan yang asyik bermain. Karena keasyikan, ak pun tertidur kembali ... hahahahha.. gemar amit ya ama yang namanya tidur
.
Waktu menunjukkan kurang lebih pukul 2 siang. Kami pun menghentikan segala aktivitas kami dan memulai kembali perjalanan menuju ke Goa Cina, tempat kami memakirkan kendaraan. Dan ternyata banyak pula yang antri di kamar mandi untuk membersihkan diri, mulai dari stok air tawar beberapa kamar mandi habis hingga air kelapa yang kami nikmati pun terbatas. Akhirnya kami bertolak dan memutuskan untuk mencari spbu untuk menumpang mandi disana. Perjalanan pun kami lanjutkan ke Batu Malang, dan tidak usah ditanya lagi karena pastinya kuhabiskan dengan tidur sepanjang perjalanan.. hehehehe.. maaf y guys.
Ternyata di kota Malang pun tidak sesepi seperti di pantai Clungup, dimana-mana kemacetan terjadi, mulai dari tempat wisata hingga tempat penginapan pun ramai oleh pengunjung yang sedang berlibur. Alhasil, kami harus menghabiskan malam dengan tidur di mobil... wkwkwkwk.. pengalaman pertama yang ruuuaaarr binasa. Sudah panas, tidur dengan posisi duduk dan dempet-dempetan pula *yah mengingat postur tubuhku yang cukup besar...xixixixixi* dan paginya kami menumpang untuk bebersih diri di rumah salah satu kerabat kawan kami. Cuuzzzzz lanjut ke Jatim Park 2 dan eco green park sebagai tujuan kami yang terakhir untuk menghabiskan liburan kali ini. Keliling, foto-foto, dan bermain dengan wahana yang ada dan kembali pulang ke Surabaya dengan kemacetan dan hawa yang panas
soriii yo rek nek gak bisa liburan dengan maksimal gara-gara kepanasan di dalam mobil.
Poto-Poto
- yes, we're -
- pesisir pantai goa Cina -
- pantai Clungup-
- Clungup -
- Pasir, batu, dan keunikannya-
- pantai clungup saat surut di siang hari -
- Eco Green Park -
- Jatim Park 2 -
����������mantebb.. friendship and unity makes you can enjoy in any situation darl.. :)
BalasHapushahahaha,,, problem is gone!! right??
BalasHapus