Libur telah tiba..libur telah tiba
horay..horay
Saatnya pemilihan umum menjadi saat yang tepat pula bagi diriku untuk berlibur sejenak, meninggalkan segala permasalahan yang ada. Dimulai dengan jogging atau lebih tepatnya chat walking dengan teman-teman SMA, memberi makan ikan, angsa dan diri sendiri dengan roti bawaan seorang teman (xixixixixi) serta diakhiri dengan perjalanan minum es teler. Namun di balik semua itu ada satu hal yang menarik, yaitu perjalanan ke suatu pulau dekat dengan Surabaya.. hehehehe
Terereng....
Perjalanan kami dimulai ketika matahari sedang berada tepat di atas kepala alias jam 12 siang. Tergolong nekat memang kami berempat pun beranjak dari kota Surabaya menuju pulau tersebut. Ada ebel ebel sebagai supir perjalanan kami, kanjeng mami sebagai kondektur yang duduk menemani sang supir, triplek (*karena emang badannya hanya selembar... hahahaha) yang menemaniku duduk di blakang sebagai penikmat perjalanan.
Antara karena emosi sesaat atau memang sedang ingin mencoba pengalaman baru, kali ini pulau itulah yang menjadi tujuan kami. Mengandalkan browsing beberapa tempat tujuan wisata, menimbang-nimbang berapa lama perjalanan yang kami butuhkan, membuka file-file lama tentang beberapa tempat wisata yang temanku pernah ambil di salah satu media sosial *sebut saja kanjeng mami dan akhirnya pilihan pun jatuh pada air terjun (*nama disamarkan) karena selain jaraknya dekat dibandingkan tempat wisata yang lain, di foto yang dipasang nampak begitu menarik dan bagus.
Jarak yang ditempuh untuk menuju "air terjun" ini kurang lebih memakan waktu kurang lebih 3,5 jam. Agak membosankan memang karena selain jauh jarak yang harus ditempuh dengan kondisi jalan yang tidak semuanya mulus kaya jalan tol, pemandangan yang disuguhkan juga tidak terlalu menarik dkarenakan cuaca yang panas sehingga banyak tempat yang kering.
Bukan lautan tapi kolam susu,
Kail dan jala cukup menghidupimu.... (*lanjutkan sendiri ye...xixixixi)
sepertinya lagu itu yang sangat cocok menemani perjalanan kami. Hampir disetiap jembatan yang kami lalui, nampak seperti kolam susu berwarna coklat. Dan itulah kata-kata yang kami lontarkan untuk mengejek ebel-ebel agar tidak terlalu serius, serius merasakan kebosanan pastinya.
Sesampainya di tempat yang dituju, bukannya malah mendatangi air terjun tersebut, malah kami urungkan niat kami berempat untuk sedikit menengok. Alasan kami adalah keamanan kendaraan yang kami bawa, karena harus diparkirkan di pinggir jalan utama dan ternyata pilihan kami memang tepat, air yang disebut air terjun bagi kebanyakan orang hanyalah "banyu anjlok" dari sungai yang turun ke laut karena adanya perbedaan elevasi.
Kecewa??? pastinya, namun biarlah ini menjadi kenangan yang kelak bisa di ceritakan ke anak cucu kita nantinya. Kegilaan perjalanan Kolam Susu yang akan selalu dikenang dan tidak akan diulang. hehehee
kenapa ada nama triplek >.<
BalasHapusjek mending ya toh, daripada ku panggil single pack. Hayyyoooo lohhhh.. hahahaa
BalasHapus